| Era Baru News | Sabtu, 24 Juli 2010 |
"Masyarakat Papua dan karyawan Freeport yang bekerja di Pelabuhan Portsite Amamapare Timika dipastikan aman dari radiasi alam," ujar Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Reno Alamsyah usai mengunjungi areal tambang freeport. Pada kesempatan kunjungan kerja itu, Reno bersama Tim yang dipimpinnya berkunjung juga ke Pelabuhan Portsite Amamapare yang merupakan pelabuhan konsentrat Freeport. Dalam kunjungan ke Pelabuhan Portsite Amamapare itu, Reno didampingi enam orang tim dari Bapeten, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Mimika. Tim yang dipimpin Reno mengambil sampel sebanyak dua liter konsentrat pada dua titik yaitu di gudang dan yang hendak dikapalkan untuk dibawa ke laboratorium Bapeten dan Batan guna diteliti lebih lanjut. Menurut Reno, tim juga akan mengambil sampel serupa di tambang Grassberg Tembagapura, pabrik pengolahan Freeport di Mile 74, tambang bawah tanah (underground) dan areal pengendapan tailing. "Tugas kami ke Timika untuk mengambil sampel yang akan dibawa ke Jakarta lalu diteliti dengan saksama di laboratorium karena kandungan uranium tidak bisa dilihat secara kasat mata," jelas Reno. Selain meneliti kandungan uranium pada tambang Freeport di Mimika, Papua, menurut Reno, tim yang dipimpinnya juga ingin mengetahui ada tidaknya paparan radiasi yang dapat membahayakan keselamatan pekerja dan masyarakat setempat. Untuk tujuan tersebut, tim membawa serta sebuah alat detektor radiasi. Hasil penelitian sampel yang diambil dari Freeport akan diteliti selama satu minggu di laboratorium milik Bapeten dan Batan yang selanjutnya akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah. "Pemerintah akan mengumumkan sesegera mungkin hasil penelitian ini karena wacana yang selama ini berkembang sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat," kata Reno. Ia mengatakan, selama proses pengambilan sampel konsentrat di Pelabuhan Portsite Amamapare Timika pihak Freeport cukup kooperatif terhadap pekerjaan tim. "Sejak dari Jakarta saya sudah minta ke Freeport bahwa kami sendiri yang akan mengambil sampel secara acak pada beberapa posisi dan mereka menyetujui hal itu," terang Reno sembari menambahkan setiap sampel konsentrat yang diambil diberikan surat jalan secara resmi oleh pihak Freeport sehingga keberadaan barang bukti tersebut legal. Reno mengakui sesuai hasil peta satelit Batan, wilayah Papua juga mengandung uranium. Namun di lokasi mana untuk memastikannya maka dibutuhkan penelitian dan eksplorasi lebih lanjut. "Kita tidak bisa membantah kalau di Papua ada kandungan uranium, tapi di sebelah mana itu yang belum diketahui secara pasti," jelas Reno. Ia menegaskan, untuk menyatakan di sebuah daerah terdapat kandungan uranium dan radiasi maka pihak yang paling berkompeten menyatakan hal itu adalah Batan dan Bapeten sebagai institusi resmi negara yang melakukan riset dan pengawasan terhadap ketenaganukliran. Reno meminta agar pers harus mendapatkan sumber yang kompoten apabila hendak menyiarkan berita-berita yang terkait uranium dan radiasi.Hanya Batan dan Bapeten yang berkompeten memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar